Seiko SNM009 (Seiko White Samurai)

Seiko Samurai SNM033

 

Prakata:

Arloji ini saya beli bersamaan dengan Seiko Samurai Black SNM033 dari seorang kolektor di Jakarta.

Textured dial berwarna putih membuat arloji ini terlihat “cantik” daripada “gagah”. Garis-garis rapat pada bezel masih mengingatkan saya pada bunga sakura ataupun lukisan2 antik dari Jepang.

Seiko SNM009 ini sebenarnya identik dengan Seiko SNM031 tetapi karena bukan untuk pasar Amerika Serikat, pada seri Seiko SNM009 ini tidak terdapat rujukan pada tempat di mana movementnya dibuat. Pada Seiko SNM031 akan terdapat rujukan pada dial dan caseback bahwa movement-nya terbuat di Malaysia, seperti halnya yang ada pada Seiko Black SNM033 saya.

Tidak adanya rujukan “Malaysia” membuat arloji ini terhindar dari stigma dari orang bodoh yang merendahkan kualitas jam ini gara-gara ada tulisan “Malaysia” tersebut. Stigma ini absurd, karena baik SNM009 maupun SNM031 sama-sama dibuat di tempat yang sama, hanya karena tujuan tempat penjualannya saja membuat Seiko harus mencantumkan “Malaysia” pada dial dan caseback dari SNM033.

Movement:

Automatic. Caliber 7s35.

Ukuran:

Sekitar 42 mm.

Berat:

Sekitar 120 gram.

Warna:

Case: Silver.

Dial: White dengan waffle pattern. Tanggal dengan warna huruf hitam dengan dasar warga putih.

Hands: silver dengan lume pada hands jam dan menit. Lume juga terdapat pada ujung jarum detik yang berbentuk segi tiga dengan pinggiran berwarna merah.

Strap: Silver.

Water Resistance:

200m.

Fitur:

Date.

Kesimpulan:

Jam yang sangat cantik dan sering menjadi daily beater istri saya. Bila bosan dengan bracelet SSnya yang membuat tampilan keseluruhannya menjadi agak kaku, bracelet bisa diganti dengan strap kulit 22mm yang akan membuatnya lebih sporty dan non-formil.

Masuk koleksi:

2012.

Tahun keluar koleksi:

N/A.

Status dalam Koleksi:

Dalam koleksi.

Harga:

N/A.

 

 

 

 

 

Seiko SNM033 (Seiko Black Samurai)

Prakata:

Setelah mendapatkan kegemaran baru sejak mengakuisisi Tissot PRC200 matic, tiada hari yang saya lewatkan tanpa mencari informasi tentang arloji. Saat itu saya sedang tergila-gila dengan diver watches Seiko, khususnya model-model yang banyak dicari penggemar Seiko. Salah satu model Seiko diver yang saya pahami adalah “must have” bagi penggemar Seiko diver adalah Seiko Samurai.

Pada saat saya mulai mencari populasi Seiko Samurai ini sudah sangat langka. Saya mencoba mengkontak seorang kaskuser yang dari Surabaya saya ketahui dari salah satu posting-nya memiliki jam ini namun karena tidak niat dijual orang ini agak “ogah-ogahan” menjualnya. Saya membuka penawaran di 4.5 juta dan sampai beberapa minggu orang ini tidak pernah memberikan counter offer yang jelas. Mungkin dia berharap saya terus menaikkan penawaran saya lagi. Bahkan ketika penawaran saya sudah tembus dari 5 juta pun orang ini masih belum memberikan jawaban yang jelas.

Beruntung bagi saya, ternyata ada seorang kolektor dari Jakarta yang melihat iklan pencarian Seiko Samurai di kaskus dan menawarkan koleksinya untuk saya borong. Tidak tanggung-tanggung ia menawarkan Seiko Samurai Stainless Steel Black Dial (SNM033), Seiko Samurai Stainless Steel White Dial (SNM031) dan Seiko Samurai Titanium Black Dial (SBDA001). Beruntung sekali saya, karena tidak saja harga yang ditawarkan utk SNM033 dan SNM031 “hanya” 4jta/unit, lebih murah dari harga pembukaan yang saya tawarkan ke orang di Surabaya.

Saya kemudian mengakuisisi sepasang Seiko Samurai. SNM033 untuk saya pakai dan SNM031 untuk istri saya. Saya tidak mengambil SBDA001 karena harganya relatif tinggi dan tidak semulus versi stainless steel-nya.

Movement:

Automatic. Caliber 7s35.

Ukuran:

Sekitar 42 mm.

Berat:

Sekitar 120 gram.

Warna:

Case: Silver.

Dial: Black dengan waffle pattern. Tanggal dengan warna huruf putih dengan dasar warga hitam.

Hands: silver dengan lume pada hands jam dan menit. Lume juga terdapat pada ujung jarum detik yang berbentuk segi tiga dengan pinggiran berwarna merah.

Strap: Silver.

Water Resistance:

200m.

Fitur:

Date.

Kesimpulan:

Jam yang bagus sebagai dengan desain yang simple dan simetris. Pattern di bezelnya entah mengapa mengingatkan saya pada bunga sakura. Pokoknya kalau lihat ini teringat Jepang dan mungkin bisa memahami kenapa dinamai Samurai. Namun terus terang setelah pemakaian beberapa minggu saja bentuk desainnya agak plain dan membosankan. Mengganti strap-nya membantu memperbaharui interest saya pada black sammy ini tapi tidak lama.

Mungkin karena saat itu saya sedang getol-getolnya membeli jam, desainnya back sammy yang sederhana ini terlalu bersahaja dan tenggelam dengan desain jam-jam yang lain.

Masuk koleksi:

2012.

Tahun keluar koleksi:

2012.

Status dalam Koleksi:

Terjual.

Harga:

N/A. Terjual.

 

 

 

Victorinox Swiss Army 241424 Dive Master 500 Black Ice Chrono

Victorinox Divemaster Chrono 500

Prakata:

Waktu saya kecil dulu, “Victorinox” lebih saya kenal sebagai merk pisau lipat multi-fungsi atau lebih beken disebut “pisau lipat Swiss Army”. Pisau lipat ini cukup populer karena pisau lipat multi fungsi tersebut digunakan sebagai senjata andalan tokoh utama serial agen mata-mata cerdik “Mac Gyver” yang tayang di RCTI awal Tahun 90-an. Pisau lipat tersebut tidak digunakan untuk melukai atau membunuh lawan, tapi sebagai alat merakit dari barang-barang seadanya suatu perangkat-perangkat untuk meloloskan diri/melumpuhkan lawannya . Sepertinya memang Mac Gyver tidak dimaksudkan oleh pembuatnya sebagai mata-mata dengan SIM (Surat Izin Membunuh) a la Mr. Bond, tapi sebagai mata-mata yang piawai melumpuhkan musuh-musuh Amerika Serikat dan demokrasi dengan mengandalkan kemampuan otaknya.

Kalau dulu saya sudah mengetahui bahwa pisau lipat “Swiss Army” yang asli dan tentu saja berkualitas terbaik dan harganya mahal itu merknya “Victorinox”, ternyata hal yang sama saya ketahui belasan tahun kemudian di dunia jam tangan.

Ternyata arloji “Swiss Army” yang asli, dengan grade “jam mewah” adalah yang ber-merk “Victorinox” dengan lambang Tameng dengan Palang Swiss di tengahnya. Belinya pun mesti di butik maupun counter jam di mall-mall papan atas.

Lantas bagaimana dengan arloji-arloji “Swiss Army” dengan lambang bendera Swiss berbentuk jajaran genjang yang banyak beredar di counter-counter ITC Kuningan maupun Mangga Dua? Yang saya ketahui ternyata arloji-arloji “Swiss Army” non-Victorinox tersebut bukan produksi Swiss dan tentu saja kualitasnya berbeda dengan “Swiss Army” Victorinox. Harganya pun relatif murah.

Namun bukan berarti “Swiss Army” non-Victorinox itu barang palsu. Model dan bentuknya memang sama sekali berbeda. Tapi nampaknya ada ketidakjelasan perlindungan merk dagang “Swiss Army” di Indonesia sehingga produsen non-Victorinox bisa memasarkan “Swiss Army”dengan leluasa (atau setidaknya tanpa gangguan hukum dari Victorinox). Namun tidak dapat ditampik bahwa mereka “mend0mpleng” kepopuleran merk “Swiss Army” yang sudah melekat di benak orang sebagai merk yang merujuk pada produk Swiss asli dan berkualitas baik, suatu nama baik yang saya yakini terutang pada produk-produk Victorinox.

Movement:

Quartz (baterai) Chronograph caliber ETA 251.262.

Ukuran:

Sekitar 43 mm.

Berat:

Sekitar 220 gram.

Warna:

Case: Gunmetal (hitam dengan nuansa abu-abu kehijauan) PVD-plated.

Dial: Gunmetal (hitam dengan nuansa abu-abu kehijauan) dengan sub-dial menit pada posisi jam 10 dan sub-dial detik dan jendela tanggal pada posisi jam 6.

Hands: Gunmetal (hitam dengan nuansa abu-abu kehijauan). Yang luar biasa adalah banyaknya jarum/hands pada jam ini. Di poros utama ada jarum jam, jarum menit, jarum detik chronograph (akan berdetak bila pusher chronograph di kanan atas ditekan) dan jarum menit chronograph (akan bergeser setiap menit bila jam detik chronograph sudah menuntaskan rotasi satu putaran). Setiap jarum kecuali jam menit chronograph memiliki lume.

Di setiap sub-dial ada jarum kecil yang tidak memiliki lume.

Bracelet: Gunmetal (hitam dengan nuansa abu-abu kehijauan).

Water Resistance:

500m.

Fitur:

Chronograph.

Date.

Kesimpulan:

Jam dengan built quality yang sangat bagus, kokoh dan berat. Warga gun-metal dan desainnya yang “macho” dan kokoh benar-benar membuat jam ini sangat “Army Look”.  Kokoh kekar dan informatif. Jam ini juga memiliki coating anti-glare yang sangat baik, membuat dial terlihat beniiiing dalam hampir di setiap sudut yang di jam lain mungkin sudah akan memantulkan cahaya.

Dari segi jam-nya sendiri, menurut saya hanya ada dua “kelemahan”. Yang pertama adalah beratnya yang membuat jam ini mungkin bagi sebagian orang akan terasa kurang nyaman dipakai dalam waktu lama. Yang kedua adalah “movement-nya” yang quartz. Bagi sebagian kolektor jam “quartz” dipandang sebelah mata dibanding dengan jam mekanik.

Dari segi merk “Victorinox” dan keberadaannya di Indonesia. Ada setidaknya dua kelemahan. Yang pertama adalah customer support yang lumayan buruk. Saya pernah membawa jam ini ke counter Victorinox yang ada di Senayan City untuk meminta adjust rantai, karena saya waktu menganggap jam (lumayan) mahal sebaiknya dibawa ke counter resminya biar gak di-handle sembarangan. Ternyata si penjaga counter “ogah-ogahan” melayani adjust rantai. Alih-alih menolak dengan sopan, mereka menerima permintaan saya, tapi mereka minta saya menunggu si Mas-mas penjaga tokonya melayani pelanggan dulu. Saya tidak keberatan menunggu, tetapi setelah lebih dari kira-kira 10 menit dia tidak berhenti dari pelanggan tersebut dan malah menanggapi permintaan pelanggan lain yang datang ke counter setelah saya datang, saya anggap itu benar-benar unacceptable. Kalau pelanggan yang datang tidak putus, haruskah saya menunggu sampai Senayan City tutup? Menggelikan, benar-benar customer service yang BURUK.

Saya pun memilih mengambil jam saya lagi dan meminta bantuan adjust rantai di counter jam lain di Senayan City. Bayar sedikit tapi langsung dilayani dan dikerjakan.

Kelemahan kedua terletak di posisi merk “Victorinox” ini sebagai merk nanggung. Sering mereka melakukan diskon-diskon yang membuat harga arloji-arloji mereka jatuh sampai 40%. Ini tentu saja membuat harga jual kembali jam second Victorinox jatuh. Tidak heran ada arloji Victorinox yang dibeli tahun lalu seharga 10 juta tahun ini harga barunya diobral sampai 6 jutaan, membuat jam yang dibeli tahun lalu worthless.

Kalau memang beli untuk dipakai sampai kakek-kakek mungkin boleh lah, tapi buat yang mau ber-hobby jam, dengan eksepektasi untuk dijual lagi karena bosen untuk mencari merk/model lain, Victorinox tidak terlalu saya sarankan.

Masuk koleksi:

2012.

Tahun keluar koleksi:

2012.

Status dalam Koleksi:

Terjual.

Harga:

N/A. Terjual.

 

 

Tissot PRC200 Automatic Chronograph

Tissot PRC200 Chrono Matic

Prakata:

Tissot PRC200 adalah arloji full automatic pertama saya.

Mulai dari arloji inilah saya menjadi “terjerumus” menjadi penggemar jam.

Dari jam ini saya pertama kali mengetahui bahwa jam mekanik/automatic apabila tidak dipakai lebih dari sehari akan berhenti bekerja dan bila mau dipakai harus melakukan “ritual” mencocokkan tanggal, jam dan kembali “memutar” crown atau “mengocok” arloji.

Setelah akuisisi arloji ini saya rajin mencari tahu mengenai arloji. Jenis-jenisnya. Merek-merek yang ada dan derajat mereka satu sama lain.

Movement:

Automatic with chronograph.

Ukuran:

Sekitar 43 mm.

Berat:

Sekitar 175 gram.

Warna:

Case: Silver.

Dial: Black dengan sub-dial detik dan menit pada posisi 9 dan 12 berwarna putih.

Hands: silver dengan lume pada hands jam dan menit.

Strap: Silver.

Water Resistance:

200m.

Fitur:

Chronograph.

Date.

Kesimpulan:

Jam yang bagus sebagai dress watch. Ukurannya cukup “normal” dengan desain simetri yang simpel dan elegan. Bagi saya yang sangat menonjol adalah legibility dan clarity dari dial dan hands. Mudah sekali untuk menentukan jarum menit ada pada menit keberapa karena dial yang bersih dan marking yang sangat jelas meskipun kecil.

Namun berhati-hatilah bila Anda menggunakannya sebagai daily beater. Pada unit yang saya pakai baret-baret halus muncul pada strap dan claps hanya dalam pemakaian sekitar sebulan saja. Harus benar-benar memperhatikan kelakuan tangan Anda.

Masuk koleksi:

2012.

Tahun keluar koleksi:

2012.

Status dalam Koleksi:

Terjual.

Harga:

N/A. Terjual.

 

 

Seiko Arctura SNLP045P1

Seiko Arctura SNL045P1

Prakata:

Setelah rubber strap Casio Edicice EFA-110-7AVDF saya rusak di tahun 2009, saya memutuskan untuk hunting arloji pengganti.

Saat itu saya masih belum membeli arloji untuk koleksi. Saya hanya perlu satu penunjuk waktu menggantikan Seiko Edifice saya.

Saya menjadi “korban iklan” dalam pembelian Seiko Arctura ini. Saya jatuh hati saat melihat iklan Seiko di salah satu majalah men’s fashion. Arloji ini terlihat sangat bagus sekali di majalah. Setelah beberapa hari membekas di benak saya, saya hunting jam tersebut di sumber utama jual beli gadget saya, Forum Jual Beli (FJB) Kaskus.

Setelah menemukan penjual yang cocok, barang pun dipesan dan diantar. Benar-benar arloji yang sangat besar! Bula dibandingkan dengan Casio Edifice saya yang lama arloji ini jauh lebih besar dan lebih “berasa” di tangan.

Tapi terus terang begitu melihat langsung, saya kurang ‘sreg’ dengan modelnya. Saya baru mengetahui kalau jarum utama pada jam ini ternyata jarum chronograph sedangkan jarum detiknya sendiri terletak di sub-register kecil di atas. Saya merasa ‘tertipu’, jam yang terlihat kokoh dan gagah di majalah, setelah saya pegang langsung jadi agak menggelikan karena ‘jarum yang bergerak’ hanyalah jarum kecilnya saja.

Teman-teman saya berkelakar, saya membeli jam dengan fungsi “stopwatch” (maksudnya chronograph), atau membeli stopwatch dengan fungsi jam.

Tapi sayang barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan. 2 minggu pertama saya mencoba menjual kembali jam ini di FJB sembari saya pakai.

Namun harga yang tinggi (sekitar 5 jutaan saat itu) dan saya masih merasa sayang menjualnya di bawah harga beli membuatnya tidak laku-laku. Karena mulai muncul hairlines karena pemakaian di Arctura ini, saya pun memutuskan untuk memakainya.

Meski “batal” menjadi gadget kesayangan, Arctura ini definitely memenuhi tugasnya sebagai penanda waktu.

Movement:

Seiko Kinetic Movement.

Ukuran:

Sekitar 46 mm.

Berat:

Sekitar 450 gram.

Warna:

Case: Silver.

Dial: Silver.

Hands: silver untuk jarum jam dan menit, dan biru untuk jarum detik dan jarum chronograph utama dan jarum chronograph di sub-register menit.

Strap: Silver.

Water Resistance:

Menurut spesifikasi manualnya jam ini tahan air sampai 100m.

Fitur:

Chronograph.

Date.

Kesimpulan:

Jam yang bagus sebagai dress watch. Ukurannya yang besar dan agak berat membuat saya sering melepas jam ini ketika bekerja (paper work) meskipun saya pakai sebagai daily beater.

Tahun masuk koleksi:

2009.

Tahun keluar koleksi:

2012.

Status dalam Koleksi:

Terjual.

Harga:

N/A. Terjual.

Casio Edifice EFA-110-7AVDF

Prakata:

Casio Edicice EFA-110-7AVDF adalah arloji pertama yang saya beli sejak saya mulai bekerja di tahun 2003.

Saat itu saya belum menggemari mengoleksi arloji. Pertimbangan pertama membeli arloji itu sepenuhnya karena kebutuhan akan penunjuk waktu. Rasanya praktis daripada harus mengeluarkan HP dari kantong untuk mengetahui waktu.

Jam dengan case berwarna silver dengan balutan rubber strap berwarna hitam itu sungguh menarik perhatian saya. Kesan yang didapat adalah sederhana namun gagah.

Saya memakai Casio Edifice ini kurang lebih 4 tahun. Lama kelamaan rubber strapnya worn out karena karena sering keluar masuk air dan tidak selalu saya keringkan setelah kena air.

Karena jadi tidak nyaman dipakai dan tidak ada waktu untuk mencari penggantinya akhirnya jam ini lebih sering jadi penghuni laci. HP kembali jadi andalan untuk mengetahui waktu.

Setahun lebih jam tangan ini pensiun sebelum akhirnya saya memutuskan untuk mencari penggantinya.

Movement:

Casio Module 2447.

Ukuran:

Sekitar 39 mm.

Berat:

Sekitar 125 gram.

Warna:

Case: Silver.

Dial: Silver.

Strap: Black rubber.

Water Resistance:

Saya tidak tahu persis sampai berapa meter jam tangan ini tahan air. Tapi memang tahan air kalau sekedar untuk rendaman di kolam air hangat dan air dingin hahaha…. Tidak masalah digunakan saat shower maupun berenang, tapi pastikan keseluruhan strap terutama sela-sela di ujung strap yang menempel di lug selalu dikeringkan setelah kontak dengan air.

Fitur:

Telememo: Untuk menyimpan nama dan nomor telepon (sampai dengan 30 entry).

World time: Menampilkan waktu di 29 zona waktu.

Stopwatch.

Timer.

Alarm. 3 daily alarm (2 one time alarm yang akan berbunyi satu kali saja selama beberapa detik pada waktu yang sudah di-set, 1 snooze alarm yang akan berbunyi selama beberapa detik pada waktu yang sudah di-set dan apabila tidak dimatikan, setelah bunyi pertama selesai, akan berbunyi lagi setiap 5 menit, dan 1 hourly time signal, alarm akan berbunyi selama 2 kali setiap jamnya).

Lampu LED berwarna kuning yang akan menyala selama 1 detik ketika tombol kanan atas ditekan.

Kesimpulan:

Jam yang terlihat simple, simetris dan sangat fungsional.

Tahun masuk koleksi:

2003.

Tahun keluar koleksi:

N/A.

Status dalam Koleksi:

Masih dalam koleksi.

Harga:

N/A.